Fitch Mengafirmasi Peringkat JACCS MPM Finance

Fitch Mengafirmasi Peringkat JACCS MPM Finance
Indonesia di AA(idn). Outlook menjadi stabil
 

Fitch Ratings - Jakarta - 08 Jun 2020: Fitch Ratings Indonesia telah mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang PT JACCS Mitra Pinasthika Mustika Finance Indonesia di 'AA(idn)', Peringkat Nasional Jangka Pendek di 'F1+(idn)' dan Peringkat Surat Utang senior di 'AA(idn)'.

Peringkat Nasional Jangka Panjang di kategori 'AA' menunjukkan ekspektasi akan resiko gagal bayar yang sangat rendah relatif terhadap emiten atau surat utang lainnya di Indonesia. Resiko kredit hanya sedikit berbeda dari emiten-emiten atau surat-surat utang yang mendapat peringkat tertinggi di Indonesia.

Peringkat Nasional Jangka Pendek di 'F1' mengindikasikan kapasitas membayar komitmen keuangan secara tepat waktu paling kuat relatif terhadap emiten atau surat utang lainnya di Indonesia. Dalam skala peringkat nasional Fitch, peringkat ini diberikan kepada risiko gagal bayar terendah relatif terhadap yang lain di Indonesia. Apabila profil likuiditas secara spesifik kuat, tanda "+" ditambahkan kepada peringkat yang diberikan.

FAKTOR-FAKTOR PENGGERAK PERINGKAT

Peringkat JACCS MPM Finance Indonesia didorong oleh dukungan, yang merefleksikan ekspektasi Fitch terhadap dukungan luar biasa yang berasal dari pemilik saham mayoritas, JACCS, ketika diperlukan. JACCS memiliki 60% saham JACCS MPMF, yang dimiliki oleh MUFG sebesar 21,9%. Fitch meyakini bahwa JACCS memiliki insentif untuk mendukung perusahaan anaknya ketika dibutuhkan, karena rencana jangka panjang JACCS untuk memperbesar bisnisnya di regional ASEAN- dimana Indonesia merupakan daerah dengan investasi terbesar sampai saat ini.

JACCS MPM Finance Indonesia sebagai anak perusahaan dengan kepentingan/peranan rendah bagi JACCS. Hal ini berasal dari sinergi yang terbatas diantara keduanya, kontribusi moderat dari anak perusahaan dan pengaruh yang signifikan dari pemegang saham minoritas PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk dalam hal strategi dan operasional. JACCS memiliki bisnis utama dalam kartu kredit dan penjaminan di Jepang, sedangkan anak perusahaannya memiliki fokus di pembiayaan mobil dan motor di Indonesia. Aset JACCS MPM Finance Indonesia menyumbang sekitar 2% dari asset konsolidasi JACCS pada akhir 1Q20.

Fitch melihat kinerja perusahaan pembiayaan di Indonesia, termasuk JACCS MPM Finance Indonesa, dapat memburuk dalam jangka pendek karena lingkungan operasi yang menantang dan disrupsi ekonomi skala besar dari pandemi coronavirus. Hal ini akan menekan kualitas aset perusahaan, profitabilitas dan pertumbuhan kredit, serta akses ke pendanaan menjadi lebih sulit. Silakan melihat laporan Coronavirus to Challenge Indonesian NBFIs on Multiple Fronts, di www.fitchratings.com/site/pr/10115616.

SENSITIVITAS PERINGKAT

Tekanan pada Peringkat Nasional Jangka Panjang dapat diakibatkan oleh pelemahan pada profil kredit JACCS atau MUFG, yang lebih baik dibandingkan anak perusahaan. Tekanan juga dapat dipicu oleh persepsi melemahnya motivasi perusahaan induk atau perusahaan induk utama untuk mendukung entitas, seperti pengurangan yang signifikan dalam kepemilikan oleh induk atau kegagalan yang dirasakan untuk memenuhi tujuan kinerja induk. Tindakan pemeringkatan negatif juga mencakup kemungkinan penurunan lebih dari satu notch.

Sinergi dan integrasi yang lebih kuat antara JACCS dan JACCS MPM Finance Indonesia dapat mengarah pada kenaikan Peringkat Nasional Jangka Panjang. Ini dapat terlihat dalam kontribusi yang meningkat dari JACCS MPM Finance untuk tujuan bisnis dan keuangan induknya, atau dari penyelarasan yang lebih dekat dari operasional induk dan anak perusahaan.

Peningkatan peringkat MUFG dapat mengarah ke tindakan peringkat positif pada JACCS MPMF, meskipun hal ini lebih kecil kemungkinannya dalam waktu dekat mengingat penurunan peringkat peringkat MUFG baru-baru ini.

Untuk Informasi tambahan dapat diperoleh di www.fitchratings.com